Fotografi = Kedewasaan
Mungkin anda pernah merasakan kesal karena orang lain tidak menghargai anda atau barangkali anda juga sering marah karena orang lain tidak memperhatikan anda. Sepertinya saling menghormati, menghargai dan tidak mencibirkan karya orang lain, seolah menjadi sesuatu yang terlalu mewah untuk dimiliki dan temui saat ini. Padahal, suka atau tidak, kita hidup saling berinteraksi dengan orang lain.
Sekarang ini, banyak fotogrefer kita lebih mengembangkan paradigmanya masing-masing untuk menjalani profesinya melalui lensa kepentingan, ketimbang kegentingannya. Akibatnya, tak ada lagi ruang untuk saling menghormati dan menghargai sesama fotografer.
Meski ada hal tersebut, tapi hanya sebatas dalam satu komunitas saja. Banyak sekali penghargaan kepada fotogrefer itu diberikan di dalam kelompoknya sendiri. Mereka saling memuni di dalam kelompok dan sangat sempit pola berpikirnya. Bila ada fotografer lain menghasilkan karya bagus di luar kelompoknya, mereka dengan cepat berlomba-lomba untuk mencibirnya dengan nada minus.
